Kpktipikor.id — Gunungsitoli, Sumatera Utara | Selasa, 4 Desember 2025
Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Organisasi Pulau Nias (AMP-ERA) menggelar aksi unjuk rasa di dua kantor penyedia layanan publik utama, yakni PLN UP3 Nias dan PT Telkom Gunungsitoli, menuntut pemulihan jaringan listrik dan internet yang dinilai bermasalah sejak beberapa hari terakhir.
Aksi berlangsung di depan kantor PLN Nias lalu bergeser ke halaman kantor PT Telkom Gunungsitoli, disaksikan masyarakat, akademisi, tokoh organisasi, serta puluhan ketua dan sekretaris lembaga ormas, LSM, dan komunitas pers di Kepulauan Nias. Situasi sempat memanas dan menyebabkan kemacetan sementara di pusat Kota Gunungsitoli.
Tuntutan: Perbaikan Pelayanan Publik yang Terganggu Berhari-hari
Demonstrasi dipicu oleh seringnya pemadaman listrik serta hilangnya jaringan internet setelah bencana longsor dan cuaca ekstrem di wilayah Tapteng–Tapsel yang berdampak pada Kepulauan Nias.
Koordinator AMP-ERA menyampaikan bahwa:
Listrik padam hingga 7 hari di Kabupaten Nias Barat
Wilayah Hiliduho mengalami padam 5 hari
Internet Telkomsel sempat mati total hingga hari ke-7
Kondisi ini dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat, bisnis, pendidikan, komunikasi, dan ekonomi lokal.
Ketua Projo Nias sekaligus koordinator aksi, Darwis Zendrato, menyampaikan kritik tegas dalam orasinya:
“Bagaimana masyarakat bisa beraktivitas di era digital jika listrik dan internet tidak stabil? Ini kebutuhan vital.”
Aksi Semakin Memanas: Massa Minta Pejabat Turun Menemui Demonstran
Aksi makin memanas ketika awalnya pihak PLN hanya mengutus seorang staf muda untuk menemui pengunjuk rasa.
Sekretaris DPD GMICAK Kep. Nias, Yason Yonatan Gea, S.Pd, menanggapi:
“Kami bukan anak-anak. Kami ingin pejabat berwenang menemui langsung audiensi ini.”
Tak lama kemudian, tiga manajer PLN UP3 Nias akhirnya turun menemui massa dan menerima aspirasi AMP-ERA.
Dialog dengan Telkom Berlangsung Tegang
Setelah dari PLN, massa bergerak menuju kantor PT Telkom Gunungsitoli.
Dengan pengamanan penuh dari Polres Nias yang bertindak humanis, demonstran meminta penjelasan langsung dari Branch Manager Sales Mobile Telkomsel Cabang Padangsidimpuan, Kurnia Prasetia Zega.
Dialog terbuka sempat memanas karena sejumlah jawaban dianggap tidak memuaskan oleh peserta aksi. AMP-ERA meminta agar keluhan masyarakat segera disampaikan ke pimpinan pusat dan mendesak Telkom melakukan pemulihan jaringan secepatnya.
Perwakilan AMP-ERA, Helpin Zebua, menegaskan:
“Masyarakat adalah pelanggan setia. Kami ingin pelayanan yang layak dan stabil.”
Saran dan Desakan dari Massa
Dalam forum diskusi, AMP-ERA mengusulkan:
PLN menyediakan genset cadangan saat pemadaman terjadi
Telkom memiliki mitigasi bencana dan jaringan cadangan ketika infrastruktur mengalami gangguan
Kedua instansi memberikan informasi resmi dan transparan kepada masyarakat setiap terjadi gangguan layanan
AMP-ERA juga menegaskan siap menggelar aksi lanjutan apabila tuntutan pemulihan jaringan tidak direalisasikan.
Aksi Berjalan Kondusif dengan Pengawalan Polres Nias
Ketua DPD GMICAK, Suar N. Waruwu, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Polres Nias yang dinilai cepat dan humanis dalam mengawal demonstrasi sehingga aksi berjalan tertib meski sempat menegangkan.
Jurnalis: Noverius Sadawa
Tidak ada komentar