Aksi unjuk Rasa 6-8 Maret di Jakarta Berlangsung Lancar,Pendekatan Humanis Polri Dalam Pelayanan Aksi Umjuk Rasa Di hargai

waktu baca 2 menit
Kamis, 12 Mar 2026 07:32 3 Wartawan Makasar

Jakarta,KPK Tipikor id 11 Maret 2026 – Rentetan aksi unjuk rasa yang digelar selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 6, 7, dan 8 Maret 2026 di Jakarta oleh mahasiswa Universitas Indonesia, berbagai LSM, massa buruh, serta mahasiswa dari beberapa kampus lainnya, berlangsung dengan kondusif dan tanpa gesekan. Penanganan yang dilakukan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dengan pendekatan humanis mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak.

Dalam suasana Ramadhan, aparat kepolisian tampil dengan gaya yang lebih bersahabat menggunakan kopeah dan sorban, memberikan kesan hangat dan tidak intimidatif. Tidak ada formasi represif yang diterapkan, sehingga suasana aksi tetap kondusif.

Melalui orasi bergantian, peserta aksi menyampaikan aspirasi utama mereka yaitu mengecam agresi Amerika Serikat terhadap Iran yang hingga kini semakin berkembang menjadi serangan ke wilayah negara lain. Selain itu, massa juga mendesak Presiden Prabowo untuk keluar dari keanggotaan Board of Peace (BoP) yang baru dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengingat mereka menyatakan Amerika Serikat sebagai pemicu perang.

Pendekatan humanis yang diterapkan Polri berhasil menciptakan ruang dialog yang lebih sejuk dan meminimalisir potensi konflik antara aparat dan peserta aksi.

Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Claudian Kanigia mengapresiasi langkah yang dilakukan Polri. “Keamanan dan ketertiban umum dapat tetap terjaga tanpa harus mengedepankan pendekatan represif,” ujarnya dalam pernyataan pers pada Rabu (11/3).

Claudian berharap pendekatan humanis tersebut dapat diterapkan secara konsisten oleh seluruh jajaran kepolisian di berbagai wilayah Indonesia. “Pendekatan persuasif, dialogis, dan menghormati hak asasi manusia akan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian serta menjaga kualitas demokrasi di negeri ini,” pungkasnya.

Editor:Wati

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA