KPKTIPIKOR.ID
SUKABUMI — Aksi meresahkan yang diduga dilakukan oleh komplotan “mata elang” di kawasan Jalan Lingkar Selatan, tepatnya di wilayah Kampung Selabintana (Selaerih), Kelurahan Cibeureum Hilir, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, kian mengkhawatirkan. Selain dikenal brutal, para pelaku juga diduga memiliki pola terorganisir dengan menyasar korban yang dianggap lemah.
Informasi yang dihimpun dari warga sekitar menyebutkan bahwa target utama komplotan tersebut adalah perempuan dan anak-anak remaja, khususnya pelajar. Mereka dinilai tidak memiliki kekuatan untuk melawan saat aksi berlangsung.
Kejadian terbaru menimpa seorang pelajar SMA yang motornya dirampas secara paksa di lokasi tersebut. Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus serupa yang terjadi dalam waktu relatif singkat.
Warga mengungkapkan, setidaknya sudah tiga kali kejadian dengan modus yang sama terjadi di titik tersebut. Fakta ini memunculkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat, karena menunjukkan adanya pola kejahatan yang berulang dan terstruktur.
“Ini bukan sekali dua kali, sudah tiga kali kejadian di sini. Yang jadi korban rata-rata anak muda dan perempuan. Mereka seperti sudah mengincar dari awal,” ungkap seorang warga yang menyaksikan langsung kejadian, Rabu (10/04/2026).
Menurut keterangan warga lainnya, para pelaku diduga tidak langsung beraksi di lokasi. Mereka terlebih dahulu membuntuti calon korban dari jalur sebelumnya, lalu melakukan aksinya saat korban berada di titik sepi.
“Biasanya diikuti dulu dari bawah, terus pas sampai di sini baru dipepet dan diberhentikan. Cara mereka seperti sudah terencana,” tambahnya.
Dalam menjalankan aksinya, para pelaku kerap tidak menunjukkan identitas resmi maupun dokumen sah saat melakukan penarikan kendaraan. Tindakan tersebut dinilai lebih menyerupai perampasan di jalanan dibandingkan prosedur penagihan yang sesuai hukum.
Kondisi ini menimbulkan keresahan luas, terutama bagi para orang tua yang khawatir akan keselamatan anak-anak mereka saat berkendara. Jalan Lingkar Selatan yang semula menjadi jalur alternatif, kini justru dicap sebagai titik rawan aksi “mata elang” liar.
Warga pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan. Mereka meminta pihak kepolisian meningkatkan patroli serta menindak tegas oknum yang bertindak di luar ketentuan hukum.
“Kalau dibiarkan, ini bisa jadi lebih parah. Kami minta polisi segera bertindak sebelum ada korban yang lebih serius,” tegas warga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait rangkaian kejadian tersebut. Masyarakat berharap adanya langkah konkret guna menjamin keamanan dan ketertiban, khususnya di wilayah Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi.
Pewarta : Adang Suryana
Tidak ada komentar