Pangdam XV/Pattimura Beri Penghargaan kepada Letkol Inf Hendra Suryaningrat atas Misi Penyelamatan di Tanimbar

waktu baca 2 menit
Senin, 18 Mei 2026 19:01 41 Admin Maluku

Saumlaki, MAHATVA.ID -Dedikasi dan keberanian Aleleaman Refualu, Letkol Inf Hendra Suryaningrat, kembali mendapat pengakuan dari jajaran TNI AD, Senin(18/5/2026) di Makodam XV/Pattimura-Ambon, Senin (18/5/2026), Pangdam XV/Pattimura menganugerahkan piagam penghargaan kepada perwira tersebut atas sejumlah misi penyelamatan kemanusiaan yang dinilai berdampak langsung bagi keselamatan masyarakat.

Penghargaan itu diberikan atas rekam jejak pengabdian Letkol Hendra saat masih menjabat Dandim 1507/Saumlaki. Respons cepat aparat ketika insiden laut terjadi dinilai menjadi bentuk nyata kehadiran negara di wilayah pesisir kepulauan.

Dalam dokumentasi kegiatan, piagam penghargaan diserahkan langsung dalam apel militer yang berlangsung khidmat. Momentum itu menjadi simbol penghormatan institusi terhadap prajurit yang dinilai menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.

Peristiwa di Desa Latdalam sebelumnya sempat menyita perhatian warga Tanimbar. Korban dilaporkan nyaris tenggelam akibat kondisi laut yang memburuk saat mencari rumput laut sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.

Kondisi geografis Maluku yang didominasi wilayah laut membuat operasi kemanusiaan di daerah kepulauan memiliki tingkat risiko tinggi. Karena itu, kecepatan keputusan dan kesiapsiagaan aparat di lapangan menjadi faktor penentu keselamatan warga.

“Pengabdian prajurit tidak hanya di medan operasi, tetapi juga hadir saat rakyat membutuhkan pertolongan,” demikian pesan yang tercermin dari penghargaan tersebut.

Tak hanya dikenal sebagai perwira TNI, Letkol Hendra juga memiliki kedekatan kuat dengan masyarakat Tanimbar. Ia telah dinobatkan sebagai Anak Tanimbar Putra Lima Satu Seira dengan nama adat Aleleaman Refualu.

Penghormatan adat itu dinilai merefleksikan hubungan sosial dan kemanusiaan yang terbangun selama masa pengabdiannya di Bumi Duan Lolat. Kehadiran aparat yang responsif di wilayah terpencil pun dinilai penting untuk meminimalisasi risiko korban jiwa di daerah dengan akses evakuasi terbatas.

 

Kaperwil Maluku

(Petrus. L)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA