Saumlaki, Kpktipikor.id – Semangat gotong royong dan budaya saling membantu masih terus dipelihara masyarakat Desa Kandar, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Tradisi kebersamaan itu terlihat nyata dalam berbagai aktivitas masyarakat, terutama saat musim panen padi berlangsung pada Jumat, (9/5/2026).
Masyarakat Desa Kandar diketahui masih mempertahankan kebiasaan bekerja bersama dalam menyelesaikan pekerjaan pertanian. Ketika musim panen tiba, warga turun langsung ke sawah untuk membantu sesama petani memanen padi tanpa mengharapkan imbalan, demi mempercepat pekerjaan dan menjaga hubungan persaudaraan antarwarga desa.
Kegiatan panen padi dilakukan secara bersama-sama oleh kelompok masyarakat yang dikenal sebagai Kesatuan Planet. Kelompok tersebut menjadi simbol persatuan warga dalam menjaga budaya tolong-menolong yang diwariskan leluhur sejak dahulu dan terus dipertahankan sampai sekarang oleh seluruh masyarakat Desa Kandar.
Salah seorang tokoh masyarakat Desa Kandar, Vambo Luturmas, mengatakan budaya gotong royong masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, kebersamaan warga menjadi kekuatan utama dalam menjaga hubungan sosial agar tetap harmonis dan saling mendukung dalam kehidupan sehari-hari masyarakat desa setempat.
“Budaya gotong royong tidak boleh hilang dari kehidupan masyarakat Desa Kandar karena sejak dahulu orang tua kami telah mengajarkan pentingnya saling membantu dalam setiap pekerjaan agar hubungan persaudaraan tetap terjaga dengan baik,” ujar Vambo Luturmas kepada media ini.
Ia menjelaskan, saat panen padi berlangsung, masyarakat biasanya saling membantu dari pagi hingga sore hari. Para petani bekerja bersama memotong padi, mengangkat hasil panen, hingga mengumpulkan gabah tanpa membedakan status sosial ataupun latar belakang keluarga masing-masing warga di desa tersebut.
Menurut Vambo, semangat kebersamaan tersebut membuat pekerjaan berat menjadi lebih ringan dan cepat selesai. Selain itu, gotong royong juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga karena masyarakat dapat berkumpul, bercengkerama, serta menjaga rasa kekeluargaan dalam kehidupan sehari-hari bersama seluruh masyarakat desa.
“Apabila pekerjaan dilakukan sendiri tentu akan terasa berat, tetapi jika dilakukan bersama-sama maka seluruh pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dan hubungan persaudaraan antarwarga juga menjadi semakin erat,” kata Vambo Luturmas saat ditemui di area persawahan warga setempat.
Selain kegiatan pertanian, masyarakat Desa Kandar juga aktif melakukan gotong royong dalam pembangunan infrastruktur desa. Warga bekerja sama membangun jalan lingkungan, memperbaiki jembatan kecil, serta membersihkan saluran irigasi guna mendukung aktivitas pertanian dan mobilitas masyarakat sehari-hari di wilayah desa tersebut.
Masyarakat biasanya membawa peralatan kerja masing-masing ketika kegiatan gotong royong dilaksanakan. Sebagian warga menyumbangkan tenaga, sementara lainnya membantu menyediakan makanan dan minuman bagi masyarakat yang bekerja sehingga suasana kebersamaan tetap terjaga dengan baik sepanjang kegiatan berlangsung bersama seluruh warga desa.
Vambo Luturmas menyebut budaya saling membantu tersebut menjadi warisan berharga yang harus dijaga generasi muda. Ia berharap anak-anak muda Desa Kandar tetap mempertahankan nilai persaudaraan dan kebersamaan agar kehidupan sosial masyarakat tidak terpengaruh sikap individualisme yang terus berkembang saat ini.
“Generasi muda harus tetap menjaga budaya gotong royong karena di dalamnya terdapat nilai persaudaraan, rasa hormat, dan kepedulian terhadap sesama yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat,” tutur Vambo Luturmas kepada wartawan media ini.
Dalam kegiatan sosial masyarakat, budaya gotong royong juga masih terlihat kuat. Ketika ada acara pernikahan, syukuran, khitanan, maupun kegiatan adat, warga bersama-sama membantu keluarga penyelenggara mulai dari memasak, menyiapkan tempat acara, hingga mendukung seluruh kebutuhan selama kegiatan berlangsung di desa tersebut.
Tidak hanya itu, masyarakat Desa Kandar juga rutin melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan desa. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga kebersihan jalan, halaman rumah, sungai, serta fasilitas umum agar lingkungan desa tetap sehat, nyaman, dan terhindar dari berbagai penyakit yang dapat mengganggu masyarakat sekitar.
Menurut warga, kegiatan bersih-bersih biasanya dilakukan secara rutin dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari orang tua, pemuda, hingga anak-anak ikut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan desa sebagai bentuk tanggung jawab bersama terhadap lingkungan tempat tinggal mereka setiap waktu bersama seluruh masyarakat desa.
“Lingkungan yang bersih akan menciptakan masyarakat yang sehat. Karena itu kami selalu mengajak seluruh warga untuk ikut menjaga kebersihan desa dan tidak hanya bergantung kepada orang lain,” ungkap Vambo Luturmas dengan nada penuh harapan kepada masyarakat Desa Kandar dan sekitarnya.
Budaya gotong royong juga terlihat dalam berbagai kegiatan adat dan pelestarian budaya masyarakat Desa Kandar. Warga bersama-sama mempersiapkan perlengkapan upacara adat, membersihkan lokasi kegiatan, serta menjaga tradisi leluhur agar tetap dikenal dan dihormati oleh generasi muda sampai kapan pun di wilayah tersebut.
Masyarakat Desa Kandar berharap semangat gotong royong tetap menjadi identitas kehidupan sosial mereka di tengah perkembangan zaman modern. Warga menilai budaya saling membantu bukan hanya memperkuat solidaritas masyarakat, tetapi juga menjadi pondasi penting dalam menjaga persatuan dan keharmonisan kehidupan bersama di desa. (Erwin Masela)
Tidak ada komentar