Siswa SD Kelas V Meninggal Dunia Tertimpa Buah Kelapa

waktu baca 2 menit
Minggu, 3 Mei 2026 12:32 1 Admin KPK

 

Minggu,03 Mei 2026, Tanimbar//kpktipikor-id// Sebuah musibah nahas menimpa seorang siswa Sekolah Dasar (SD) Kelas V di Desa Atubul Da, Kecamatan Wertamrian (Anastasya Kelbulan), Bocah perempuan ini meninggal dunia setelah kepalanya terpukul buah kelapa yang jatuh saat ia sedang berada di area Dusun Weldikat, pada kamis (30/04/2026).

 

 

 

Kejadian bermula ketika korban bersama lima temannya, yang terdiri dari 1 siswa SMP dan 4 siswa SD, sedang berada di dusun tersebut. Salah satu teman korban memanjat pohon kelapa untuk menjatuhkan buah, sementara yang lainnya berada di bawah untuk mengumpulkan kelapa yang sudah jatuh.

 

Menurut keterangan saksi, saat kelapa pertama dijatuhkan, korban masih dalam posisi aman. Namun, saat kelapa kedua dilepaskan dari atas, buah tersebut tepat mengenai bagian kepala korban.

 

“Korban sempat pingsan namun masih terlihat bernapas, sehingga teman-temannya mengira kondisi korban masih baik-baik saja dan tidak terjadi apa-apa,” ujar salah satu saksi.

 

Karena menyangka korban hanya lelah atau tertidur, anak-anak tersebut melanjutkan aktivitas mengumpulkan kelapa hingga selesai. Namun, setelah pekerjaan rampung dan mereka mendekati korban, mereka terkejut karena menemukan korban sudah tidak bernapas lagi.

 

Melihat kejadian tersebut, teman-temannya langsung panik dan berlari menuju kampung untuk memberitahukan keluarga serta warga setempat.

 

 

 

Korban merupakan anak yang sulung dari empat bersaudara, yang hidup bersama ibunda yang merupakan seorang janda dalam kondisi ekonomi kurang mampu.

 

Setelah berita duka menyebar, Pemerintah Desa (Pemdes) Atubul Da dan Dewan Stasi Santo Michael Atubul Da segera turun tangan memberikan pelayanan dan pendampingan. Pihak sekolah serta Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Wertamrian juga turut hadir mendampingi prosesi pelepasan jenazah di sekolah hingga pemakaman selesai dilaksanakan.

 

 

 

Keluarga dan masyarakat setempat sangat berharap agar Pemerintah Daerah dapat memberikan perhatian, keprihatinan, serta bantuan moril maupun materil mengingat kondisi keluarga korban yang kurang mampu. Semoga musibah ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu berhati-hati dalam setiap aktivitas.

 

HETREDA O. JUSUF.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA