Lampung , Tipikor KPK
Umat Islam dibulan idulfithri menghabiskan waktu untuk mudik kampung halaman .
Kemudian setelah waktu libur idulfithri habis maka para pemudik yang menggunakan pelabuhan penyeberangan Bakauheni menuju pelabuhan penyeberangan merak yang saat ini terlihat padatnya kendaraan Bus ,Truk dan mobil pribadi serta para pemakai kendaraan motor .
Sebut saja Udin salah seorang supir truk barang menuturkan ada yang satu dan sampai dua hari menunggu mengantri diantara panjangnya antrian kendaraan Truk barang di
pelabuhan penyeberangan Bakauheni yang mana menghubungkan pulau sumatera dengan pulau Jawa selat Sunda dengan layanan Kapal Feri ini dikelola oleh ASDP
Sehingga ASDP bekerja keras melayani penyeberangan agar tidak terjadi kelalaian arus balik dalam penyeberangan ini.

Disela kepadatan antrian penyeberangan dipelabuhan penyeberangan Bakauheni yang berinisial ZS menyampaukan benar adanya bahwa setiap lebaran maupun liburan anak sekolah tidak terlepas dari suasana antrian dipelabuhan penyeberangan ini dan ini merupakan tradisi kepadatan arus mudik mau pergi atau balik dan masyarakat memaklumi dan sabar dibarisan mengantri untuk masuk kekapal penyeberangan (31/3/2026)
Karena setiap lebaran saya (ZS) mudik kesumatera dan tidak terlepas lanjut Nya dari dalam mengalami antrian ini kekuatan fisik alias sehat dan mengeluarkan kocek biaya tak terduga misalnya membeli makanan dan lainnya selain dari pembayaran tiket penyeberangan dan situasi
Ini merupakan ujian kesabaran diri sendiri.
(Zarudin sinambela)
Tidak ada komentar