Kabupaten Nias – Suasana hangat dan penuh tawa menyelimuti kediaman keluarga besar Bapak [Yafeti zandroto] pada hari selasa yang lalu. Bukan tanpa alasan, anak-anak dan cucu berkumpul demi merayakan hari ulang tahun sang kepala keluarga yang kini resmi menginjak usia 69 tahun.
Perayaan yang digelar secara sederhana namun berkesan ini menjadi bukti kasih sayang anak-anak kepada sosok pria yang mereka sebut sebagai “pilar kekuatan” keluarga tersebut.
Kejutan Sederhana, Makna Mendalam
Acara dimulai dengan makan malam bersama yang menyajikan hidangan favorit sang Bapak. Puncak acara terjadi saat anak-anak membawakan kue ulang tahun lengkap dengan lilin angka 69.
Meski sang Bapak sempat berkelakar bahwa dirinya “merasa seperti masih 19 tahun dengan pengalaman 50 tahun,” suasana berubah haru saat sesi doa bersama dan penyampaian pesan dari masing-masing anak.
“Bapak itu sosok yang jarang bicara manis, tapi tindakannya selalu memastikan kami semua cukup dan bahagia. Di usia 69 ini, kami hanya ingin Bapak sehat dan mulai menikmati masa tua dengan santai,” ujar Yasozisokhi Zandroto, mewakili saudara-saudaranya.
Filosofi Angka 69
Bagi keluarga ini, angka 69 bukan sekadar angka menuju kepala tujuh. Mereka memaknainya sebagai simbol keseimbangan seperti bentuk angkanya yang saling melengkapi—antara pengabdian sang ayah di masa muda dan kasih sayang yang kini ia terima dari anak-cucunya di masa tua.
Rangkaian acara meliputi:
* Potong kue : Sebagai simbol rasa syukur atas kesehatan Bapak.
* Kenangan: foto bersama saydara, anak dan cucu-cucu.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama, di mana sang Bapak tampak sumringah dikelilingi oleh anak-anaknya yang kini telah dewasa. Selamat ulang tahun, Pak! Semoga sehat selalu dan tetap menjadi inspirasi.
Tuberta larosa
Tidak ada komentar