Saumlaki, Kepulauan Tanimbar — Perum Bulog Cabang Saumlaki menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat di Kecamatan Wuarlabobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, sebagai upaya menjaga ketahanan pangan warga di wilayah kepulauan yang terdampak cuaca ekstrem musim barat.
Adapun desa-desa penerima bantuan meliputi Desa Kilon, Desa Abat, dan Desa Wabar. Kecamatan Wuarlabobar diketahui merupakan wilayah yang hingga kini belum memiliki akses transportasi darat, sehingga sangat bergantung pada jalur laut yang kerap terhambat gelombang tinggi saat musim barat.
Distribusi bantuan ini dinilai sangat penting karena keterbatasan akses logistik menyebabkan harga bahan pokok kerap melonjak dan pasokan tidak stabil.
Salah satu warga Wuarlabobar mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan tersebut.
Cuaca buruk membuat kami sulit ke kota. Bantuan beras dan minyak ini sangat membantu keluarga kami untuk bertahan di musim barat, ujar warga setempat.
Kepala Desa Wabar menyampaikan apresiasi kepada Bulog dan pemerintah atas perhatian terhadap masyarakat di wilayah terpencil.
Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami. Wuarlabobar sering terisolasi saat cuaca ekstrem, sehingga dukungan pangan seperti ini sangat dibutuhkan, katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Abat yang menilai distribusi bantuan pangan sebagai langkah konkret menjaga stabilitas kebutuhan dasar masyarakat.
Dengan kondisi alam yang tidak menentu, bantuan ini meringankan beban warga. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut, ujar Kepala Desa Abat.
Sementara itu, Kepala Desa Kilon menegaskan bahwa bantuan pangan berdampak langsung terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat desa.
Mayoritas warga kami bergantung pada laut dan kebun. Saat cuaca buruk, penghasilan menurun. Bantuan ini sangat membantu keberlangsungan hidup masyarakat,” ungkapnya.
Pemerintah daerah dan Bulog diharapkan terus memberi perhatian khusus bagi wilayah kepulauan terisolir seperti Wuarlabobar, terutama dalam menghadapi tantangan rutin musim barat yang berdampak langsung pada distribusi logistik dan ketahanan pangan masyarakat.
( Randy Fenan
Tidak ada komentar