Remukut Diterjang Banjir.Musholla Hanyut, Warga Berjuang di Tengah Derasnya Air

waktu baca 2 menit
Rabu, 26 Nov 2025 12:40 637 Admin KPK

Gayo Lues.kpktipikor.id – Desa Remukut, Kecamatan Pantan Cuaca, kembali menambah daftar luka di Gayo Lues.Hujan yang turun tanpa kompromi selama beberapa hari terakhir menjadikan kawasan itu seperti medan bencana yang tak kunjung mereda. Sungai yang biasanya hanya mengalir tenang, kini berubah menjadi monster air yang membawa lumpur, kayu, dan amarah alam.

Dalam hitungan menit, air naik, menggedor pintu rumah warga, memaksa masuk, dan melibas perkebunan yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi masyarakat. Tidak ada waktu banyak bagi warga untuk menyelamatkan harta benda,arus begitu cepat, begitu ganas, seperti ingin menelan apa pun yang berdiri di hadapannya.

Yang paling menyayat hati, musholla desa yang selama ini menjadi pusat cahaya dan harapan warga Remukut ikut dihantam arus sungai.Tempat anak-anak mengaji, tempat orang tua berkumpul bermusyawarah, tempat masyarakat memohon doa keselamatan semuanya hilang, terseret derasnya air yang tak memberi ampun.

Kepala Desa Remukut, dengan suara berat menahan duka, mengakui bahwa banjir kali ini di luar perkiraan.Air datang tiba-tiba. Musholla tempat mengaji pun hanyut. Kami minta warga yang tinggal dekat sungai segera mengungsi,ujarnya, mengingatkan warganya untuk tidak mengambil risiko sekecil apa pun itu.

Warga Tetinggi kini terpecah antara menyelamatkan sisa-sisa harta benda dan menjaga keselamatan keluarga. Banyak yang terpaksa meninggalkan rumah yang telah mereka bangun bertahun-tahun, karena arus sungai tidak menunjukkan tanda-tanda akan surut.Di saat warga Remukut berjuang melawan keadaan, bantuan masih sangat terbatas. Mereka membutuhkan tenda darurat, makanan, selimut, penerangan, dan tenaga relawan. Situasi di lapangan digambarkan semakin mengkhawatirkan, mengingat curah hujan yang belum juga berhenti.Rabu 26/11/2025

Musibah ini bukan sekadar bencana alam ini alarm keras bagi pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan seluruh pihak terkait.Desa Remukut tak boleh dibiarkan sendiri di tengah amuk banjir.Satu hal yang pasti.warga Remukut sedang menunggu uluran tangan. Dan Aceh, seperti yang kita kenal,daerah yang tak pernah membiarkan saudaranya berjuang sendirian,harus hadir sekarang. Bukan besok, bukan nanti. Sekarang.

Editor : Dir

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA