Soliditas Amanah dalam PAW Baitul Mal Aceh Selatan

waktu baca 5 menit
Jumat, 21 Nov 2025 12:56 255 Admin KPK

Tapaktuan  21 November 2025 Pergantian Antar Waktu (PAW) dalam sebuah lembaga publik bukan sekadar proses administratif, tetapi momentum untuk memperkuat amanah, menjaga keberlanjutan pelayanan umat, dan memastikan lembaga tetap berjalan dalam koridor syariat dan profesionalisme.

Begitu pula PAW Komisioner Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan Periode 2022–2027 yang berlangsung dengan dialog, musyawarah, dan semangat ukhuwah.


1. Amanah yang Terus Berjalan

Lima komisioner Baitul Mal Aceh Selatan yang dilantik pada Desember 2022—Amrisaldin SHI, Taufik Hidayat Hrp SHI M Ag, Tgk Misbar Basri, Syafriadi SThI, dan Supriadi SH—telah menjalankan amanah masing-masing. Namun, dinamika tak terhindarkan.

Amrisaldin SHI wafat, dan Taufik Hidayat Hrp terpilih sebagai Komisioner Baitul Mal Aceh, sehingga mengharuskan adanya Pergantian Antar Waktu (PAW).

Tiga nama cadangan yang telah ditetapkan sejak awal seleksi—Muhammad Ali Akbar, M Pd. I, Mawardi SE, dan M. Ikhsan SE—menjadi bagian penting dari keberlanjutan lembaga.

Allah mengingatkan pentingnya amanah dalam setiap tanggung jawab:

۞ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًا ۢ بَصِيْرًا ۝٥٨

innallâha ya’murukum an tu’addul-amânâti ilâ ahlihâ wa idzâ ḫakamtum bainan-nâsi an taḫkumû bil-‘adl, innallâha ni‘immâ ya‘idhukum bih, innallâha kâna samî‘am bashîrâ

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya. Apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu tetapkan secara adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang paling baik kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
(QS. An-Nisa’: [4]: 58)

PAW bukanlah pergantian sembarangan, tetapi penyampaian amanah sesuai mekanisme yang sah dan adil.

2. Musyawarah sebagai Jalan Terbaik

Proses PAW ini tidak terjadi dalam ruang kosong.

Penulis berdialog dengan pimpinan sekretariat Baitul Mal, Kepala KUA Tapaktuan, Kakan Kemenag Aceh Selatan, hingga jajaran kepegawaian di Kanwil Kemenag Aceh.

Semua komunikasi dilakukan dengan kepala dingin, saling menghormati, dan mengedepankan kemaslahatan lembaga.

Inilah bentuk nyata dari prinsip musyawarah yang diperintahkan oleh Allah:

“. فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ ۝١٥٩

fa bimâ raḫmatim minallâhi linta lahum, walau kunta fadhdhan ghalîdhal-qalbi lanfadldlû min ḫaulika fa‘fu ‘an-hum wastaghfir lahum wa syâwir-hum fil-amr, fa idzâ ‘azamta fa tawakkal ‘alallâh, innallâha yuḫibbul-mutawakkilîn

“Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (penting). Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal. ”
(QS. Ali Imran: 159)

Nabi Muhammad SAW juga menegaskan:

ا خَيْرَ فِي قَوْمٍ لَا يُنْصَحُونَ، وَلَا خَيْرَ فِي قَوْمٍ لَا يُحِبُّونَ النُّصْحَ”

“Tidak ada kebaikan dalam suatu kaum yang tidak saling memberi nasihat, dan tidak ada kebaikan dalam suatu kaum yang tidak mencintai nasihat.”

(HR. Thabrani)

Dengan musyawarah, keputusan menjadi lebih jernih dan diterima dengan lapang dada.

3. Legowo dan Dewasa dalam Berorganisasi

Salah satu nilai penting yang muncul dalam proses ini adalah sikap legowo dan kedewasaan berorganisasi. Setelah melalui kajian dan komunikasi yang matang, disepakati bahwa Mawardi M. Ikhsan SE— dari tiga calon cadangan—mengisi posisi PAW komisioner.

Sikap lapang dada bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan hati yang mengandalkan ridha Allah.

Nabi SAW bersabda

لَقَدْ يُحِبُّ اللَّهُ الْمُحْسِنِينَ الَّذِينَ هُمْ صَالِحُونَ الَّذِينَ هُمْ أَوْسَعُونَ وَلَيْسَتْ لَهُمْ قُرْبَةٌ فِي الْقَلْبِ

(Laqad yuḥibbu Allāhu al-muḥsinīna alladhīna hum ṣāliḥūna alladhīna hum awsaʿūna wa laysat lahum qurba fī al-qalb)

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang lapang dada dan lembut hatinya.”
(HR. Baihaqi)

Legowo berarti merelakan keputusan yang terbaik bagi lembaga, bukan hanya untuk pribadi. Dari sinilah lahir keberkahan dalam kerja-kerja kelembagaan.

4. Menguatkan Kolaborasi Kemenag dan Baitul Mal

PAW ini juga membuka ruang silaturrahmi yang lebih hangat antara Kemenag Aceh Selatan dan Baitul Mal Aceh Selatan. Dua lembaga yang sama-sama bergerak untuk kemaslahatan umat tentu harus terus bersinergi.

Silaturrahmi adalah energi yang memperkuat organisasi.

Nabi SAW bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

(Man aḥabba an yubsata lahu fī rizqihi, wa yunsaa lahu fī atharihi, falyaṣil raḥimahu)

Artinya: “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturrahmi.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan sinergi yang kuat antarinstansi, pelayanan kepada masyarakat akan lebih efektif, transparan, dan terpercaya.

 

5. Menjaga Marwah Lembaga dan Kepercayaan Umat

Baitul Mal bukan hanya lembaga administratif, tetapi institusi keagamaan yang mengelola hak-hak fakir miskin, zakat, infak, harta agama, dan sosial kemasyarakatan lainnya.

Karena itu, stabilitas dan integritas komisioner menjadi kunci utama.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحِلُّوْا شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَاۤىِٕدَ وَلَآ اٰۤمِّيْنَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرِضْوَانًاۗ وَاِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوْاۗ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ اَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اَنْ تَعْتَدُوْۘا وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ ۝٢
yâ ayyuhalladzîna âmanû lâ tuḫillû sya‘â’irallâhi wa lasy-syahral-ḫarâma wa lal-hadya wa lal-qalâ’ida wa lâ âmmînal-baital-ḫarâma yabtaghûna fadllam mir rabbihim wa ridlwânâ, wa idzâ ḫalaltum fashthâdû, wa lâ yajrimannakum syana’ânu qaumin an shaddûkum ‘anil-masjidil-ḫarâmi an ta‘tadû, wa ta‘âwanû ‘alal-birri wat-taqwâ wa lâ ta‘âwanû ‘alal-itsmi wal-‘udwâni wattaqullâh, innallâha syadîdul-‘iqâb
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syiar-syiar (kesucian) Allah, jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban) dan qalā’id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula mengganggu) para pengunjung Baitulharam sedangkan mereka mencari karunia dan rida Tuhannya! Apabila kamu telah bertahalul (menyelesaikan ihram), berburulah (jika mau). Janganlah sekali-kali kebencian(-mu) kepada suatu kaum, karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.
(QS. Al-Ma’idah: 2)

Dengan PAW yang tertib dan bermartabat, Baitul Mal Aceh Selatan menunjukkan bahwa amanah umat berada di tangan orang-orang yang menjaga nilai ibadah, kejujuran, dan profesionalitas.

Penutup:
Semoga Amanah Ini Menjadi Cahaya

Semoga komisioner baru dapat menjalankan tugas dengan penuh integritas, meneruskan perjuangan mereka yang telah wafat dan yang berpindah amanah.

Dengan komunikasi yang baik dan hubungan kelembagaan yang harmonis, Baitul Mal dan Kemenag Aceh Selatan dapat terus memberi kontribusi nyata bagi kemaslahatan umat.

Amanah bukan sekadar jabatan.

Ia adalah ibadah yang kelak dimintai pertanggungjawaban.
Semoga Allah memberi kekuatan untuk menunaikannya dengan sebaik-baiknya. Aamiin.

NARA SUMBER : Muhammad Ali Akbar, M.Pd.I.

Penyuluh Agama KUA Tapaktuan

EDITOR

@ WIRA TAPAKTUAN 1984 TIPIKOR

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA