Nias Selatan –16 November 2025 kpktipikor.id Masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Nias Selatan mengeluhkan kelangkaan tabung gas Elpiji 3 kilogram yang telah berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Kelangkaan ini menyebabkan harga jual melonjak signifikan hingga mencapai Rp25.000–Rp30.000 per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Warga menyampaikan keresahan mereka dan meminta Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, serta seluruh anggota DPRD Kabupaten Nias Selatan untuk segera turun tangan melakukan pengawasan dan penindakan.
Sejumlah warga menduga bahwa kelangkaan ini terjadi akibat adanya penimbunan tabung gas oleh oknum tertentu, termasuk yang disebut sebagai pelaku usaha dapur SPPG maupun pengecer. Meski demikian, dugaan ini masih perlu investigasi resmi dari pihak berwenang.
“Kami masyarakat Nias Selatan sangat menderita untuk mendapatkan gas Elpiji ini. Ekonomi sudah sulit, kini ditambah kelangkaan yang membuat hidup kami makin susah,” keluh seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga berharap pemerintah daerah bergerak cepat untuk memastikan distribusi gas berjalan lancar dan menindak pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. Kondisi kelangkaan ini membuat masyarakat mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan slogan “Nias Selatan Rumah Kita.”
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah daerah dan lembaga terkait belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai penyebab kelangkaan maupun langkah penanganannya.
Jurnalis Noverius Sadawa
Tidak ada komentar