“Diduga Rekayasa Data Dapodik, SD GMIT Kotolin Terima Dana BOS di Luar Jumlah Siswa Sebenarnya”

waktu baca 2 menit
Jumat, 14 Nov 2025 19:37 121 Admin KPK

Kotolin, Flobamora, kpktipikor. id -Kamis, 13 November 2025 – Dunia pendidikan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) kembali tercoreng dengan dugaan manipulasi data siswa yang dilakukan oleh SD GMIT Kotolin. Praktik ini diduga bertujuan untuk memperoleh Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang lebih besar.

Investigasi lapangan yang dilakukan oleh tim media menemukan ketidaksesuaian data yang mencolok. SD GMIT Kotolin, yang berlokasi di Kecamatan Kotolin, hanya memiliki 36 siswa aktif. Namun, data yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk pengajuan Dana BOS mencapai 115 siswa.

Sementara di temui awak media salah seorang tokoh masyarakat Kotolin yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya dugaan manipulasi data ini. “Jumlah siswa di SD GMIT Kotolin tidak sampai 40 orang. Sekolah ini bahkan hampir tutup karena banyak orang tua yang memindahkan anaknya akibat proses belajar mengajar yang kurang jelas,” ungkapnya.

Salah seorang orang tua siswa yang telah memindahkan anaknya merasa kecewa mendapati nama anaknya masih terdaftar di Dapodik. “Setelah kami cek, nama anak saya masih ada di Dapodik, padahal sudah lama tidak bersekolah di sana. Kami berharap pemerintah segera bertindak tegas terhadap praktik pembohongan ini,” ujarnya dengan nada kesal.

Keadaan ini semakin memprihatinkan karena beberapa sekolah lain di Kotolin dengan jumlah siswa yang lebih banyak justru menerima dana BOS yang lebih sedikit dibandingkan SD GMIT Kotolin.

Orang tua siswa lainnya juga mengamini kejadian ini. Mereka mengungkapkan bahwa banyak anak-anak mereka yang sudah merantau atau bahkan menikah, namun nama mereka masih tercatat sebagai siswa SD GMIT Kotolin. “Anak-anak kami banyak yang sudah pindah, ada yang sudah SMA, SMP, bahkan sudah menikah, tapi kenapa namanya masih terdaftar? Kami mendesak tim auditor untuk segera turun tangan dan mengecek kembali data di SD GMIT Kotolin,” keluh mereka.

Praktik manipulasi data ini diduga telah berlangsung lama, bahkan bertahun-tahun. Sumber lain juga membenarkan bahwa jumlah siswa yang aktif di SD GMIT Kotolin hanya 36 orang.

Hingga berita ini diturunkan, kepala sekolah SD GMIT Kotolin belum memberikan tanggapan. Pesan WhatsApp yang dikirimkan oleh tim media hanya dibaca, namun tidak dibalas.

Jurnalis: Ferdinandus

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA