Jakarta, Kpktipikor.id — Bupati Polewali Mandar (Polman) H. Samsul Mahmud menyampaikan terima kasih kepada Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi atas dukungannya terhadap pengembangan kawasan transmigrasi di Polman. Ucapan itu disampaikan dalam kunjungannya ke Kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans) di Kalibata, Jakarta, akhir Oktober 2025.
H. Samsul Mahmud mengatakan, kawasan transmigrasi di kabupaten yang terletak di Provinsi Sulawesi Barat itu telah menciptakan pertumbuhan ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap program transmigrasi terus dilanjutkan, baik transmigrasi lokal maupun umum.
“Kawasan transmigrasi di Polman juga sebagai sentra tanaman pangan berkat sistem pertanian yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Viva Yoga menjelaskan bahwa Polman dan Sulawesi Barat merupakan daerah hasil program transmigrasi. Ia mengungkapkan, sejak masa Presiden Sukarno hingga Presiden Prabowo Subianto, program transmigrasi telah melahirkan 1.567 desa, 466 kecamatan, 116 kabupaten, dan tiga provinsi.
“Tiga provinsi itu adalah Sulawesi Barat, Kalimantan Utara, dan Papua Selatan,” ujarnya. “Jumlah wilayah administratif itu akan terus bertambah,” tambahnya.
Viva Yoga menegaskan, transmigrasi dilakukan secara berkesinambungan dengan tujuan mendistribusikan penduduk, menciptakan keadilan ekonomi, menyejahterakan masyarakat, serta menjaga keutuhan NKRI.
“Dengan adanya transmigrasi terjadi akulturasi masyarakat sehingga tercipta harmoni kehidupan,” tutur mantan Anggota Komisi IV DPR dua periode itu.
Kabupaten Polewali Mandar diketahui memiliki satu kawasan transmigrasi dan dua lokasi di SP Bina. Namun, seperti di beberapa daerah lain, masih terdapat bidang tanah di kawasan transmigrasi yang belum memiliki sertifikat hak milik (SHM). Viva Yoga mendorong agar seluruh lahan di kawasan transmigrasi segera disertipikasi.
“Bila tidak segera disertipikati, ke depannya nanti akan membawa masalah,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada H. Samsul Mahmud agar proaktif menuntaskan persoalan sertipikasi lahan milik para transmigran. Kementrans menargetkan hingga akhir 2025 sebanyak 13.751 bidang tanah di kawasan transmigrasi akan disertipikasi.
“Kita optimis target itu akan tercapai,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan pengembangan kawasan transmigrasi di Polman, Kementerian Transmigrasi mengalokasikan bantuan sebesar Rp28,6 miliar pada Tahun Anggaran 2025. Bantuan tersebut digunakan untuk rehabilitasi sekolah, pembangunan jalan, fasilitas umum, dan program pendukung lainnya.
Viva Yoga menyebut geliat pembangunan transmigrasi di Polman sudah dipantau sejak lama. Ia menuturkan, di awal masa pemerintahan ini dirinya sempat menerima pelaku usaha UMKM dari kawasan transmigrasi yang memproduksi camilan coklat bermerek Mandar Cocoa (Macoa) asal Desa Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo. “Rasanya tak kalah dengan coklat yang ada di supermarket,” ujarnya. (David Tasti)
Tidak ada komentar