Tapaktuan 05 November 2025
1. Gerakan Cerdas Qur’ani di Tapaktuan
Pembelajaran Tahsin dan Tahfizh Al-Qur’an yang dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa, 3–4 November 2025, di SMP Negeri 2 Tapaktuan menjadi langkah nyata dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui nilai-nilai Islam.
Kegiatan ini digerakkan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Tapaktuan yang terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan.
Kolaborasi antara KUA Tapaktuandan bidang pendidikan merupakan sinergi penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan umum, tetapi juga kuat dalam dasar iman dan akhlak.
Di era modern ini, pendidikan agama di sekolah menengah memiliki peranan strategis untuk menanamkan nilai moral dan spiritual kepada para siswa.
2. Pentingnya Pendidikan Al-Qur’an di Sekolah Menengah
Anak usia remaja berada pada masa pembentukan karakter.
Melalui pembelajaran tahsin (perbaikan bacaan Al-Qur’an) dan tahfizh (hafalan Al-Qur’an).
Peserta didik tidak hanya dilatih membaca dengan benar, tetapi juga diajak untuk mengenal, memahami, dan mencintai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Pendidikan Al-Qur’an di sekolah menengah menjadi pondasi penting agar generasi emas Indonesia kelak tumbuh sebagai penerus bangsa yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah.
Dengan pembiasaan membaca dan menghafal Al-Qur’an, diharapkan muncul karakter yang santun, disiplin, dan berjiwa sosial tinggi.
3. Landasan Al-Qur’an dan Hadis
Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ١١
yâ ayyuhalladzîna âmanû idzâ qîla lakum tafassaḫû fil-majâlisi fafsaḫû yafsaḫillâhu lakum, wa idzâ qîlansyuzû fansyuzû yarfa‘illâhulladzîna âmanû mingkum walladzîna ûtul-‘ilma darajât, wallâhu bimâ ta‘malûna khabîr
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, Berdirilah,” (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah SWT Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
(QS Al Mujadalah (58) :11)
Ayat ini menegaskan pentingnya menggabungkan iman dan ilmu, dua hal yang menjadi pilar utama dalam pendidikan Qur’ani.
Rasulullah ﷺ bersabda:
صحيح البخاري ٤٦٣٩: حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي عَلْقَمَةُ بْنُ مَرْثَدٍ سَمِعْتُ سَعْدَ بْنَ عُبَيْدَةَ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ عَنْ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ قَالَ وَأَقْرَأَ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ فِي إِمْرَةِ عُثْمَانَ حَتَّى كَانَ الْحَجَّاجُ قَالَ وَذَاكَ
الَّذِي أَقْعَدَنِي مَقْعَدِي هَذَا
Telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Minhal Telah menceritakan kepada kami Syu’bah ia berkata: Telah mengabarkan kepadaku ‘Alqamah bin Martsad Aku mendengar Sa’d bin Ubaidah dari Abu Abdurrahman As Sulami dari ‘Utsman radliyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
“Orang yang paling baik di antara kalian adalah seorang yang mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya.”
Berkata: Dan Abu Abdurrahman membacakan (Al Qur`an) pada masa ‘Utsman hingga Hajjaj pun berkata: “Dan hal itulah yang menjadikanku duduk di tempat dudukku ini.”
(HR Bukhari No 4639)
Hadis ini menjadi motivasi utama bagi para guru, penyuluh, dan peserta didik untuk terus belajar serta menyebarkan cahaya Al-Qur’an.
4. Menyemai Akhlak dan Adab Anak Bangsa
Selain aspek intelektual dan spiritual, kegiatan tahsin dan tahfizh Al-Qur’an juga memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai adab dan akhlak muliakepada para siswa.
Pendidikan yang berlandaskan Al-Qur’an tidak hanya mengajarkan cara membaca ayat-ayat suci dengan benar, tetapi juga menginternalisasi maknanya dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap huruf yang dilafalkan dengan tartil adalah bagian dari proses pembentukan jiwa yang lembut, sabar, dan disiplin.
Membaca dan menghafal Al-Qur’an bukan sekadar aktivitas ibadah lisan, tetapi merupakan latihan hati dan pengendalian diri.
Ketika siswa terbiasa mendekatkan diri dengan Al-Qur’an, secara tidak langsung mereka juga membiasakan diri dengan nilai-nilai kebenaran, kejujuran, dan tanggung jawab.
Aktivitas tahfizh melatih konsentrasi dan kesungguhan, sementara kegiatan tahsin melatih ketelitian dan kesabaran — dua sifat yang sangat dibutuhkan untuk membangun karakter unggul dalam kehidupan modern.
Dari kegiatan yang sederhana ini, lahirlah generasi yang menghormati guru, menyayangi sesama, dan menjaga integritas diri.
Anak-anak yang terdidik dengan nilai Qur’ani cenderung memiliki rasa empati tinggi, tutur kata yang santun, serta kesadaran moral dalam bersikap.
Mereka memahami bahwa ilmu yang bermanfaat tidak hanya berasal dari kecerdasan otak, tetapi juga dari kebersihan hati.
Dengan demikian, pembelajaran tahsin dan tahfizh tidak hanya mencetak penghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk insan yang berakhlakul karimah.
Melalui pembiasaan membaca dan menghafal Al-Qur’an di sekolah, suasana pendidikan menjadi lebih religius dan berkarakter.
Para siswa belajar bahwa keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari bagaimana mereka menjaga adab kepada Allah, guru, dan sesama manusia.
Inilah wujud nyata dari pendidikan holistik — pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan otak, tetapi juga menumbuhkan hati yang beriman dan berakhlak mulia.
5. Penutup: Melangkah Menuju Generasi Qur’ani
Gerakan tahsin dan tahfizh di SMP Negeri 2 Tapaktuan menjadi inspirasi bahwa dakwah dan pendidikan harus berjalan beriringan.
Sinergi antara penyuluh agama dan lembaga pendidikan adalah bentuk nyata implementasi nilai “Cinta Al-Qur’an, Cinta Ilmu, dan Cinta Bangsa.”
Dengan dukungan semua pihak, Tapaktuan dapat melahirkan generasi Qur’ani yang cerdas, beradab, dan berakhlak mulia —penopang masa depan bangsa Indonesia.
Nara Sumber
Muhammad Ali Akbar, M.Pd.I
Penyuluh Agama Islam KUA TAPAKTUAN
EDITOR
@ WIRA TAPAKTUAN 1984
Tidak ada komentar