Kpk.tipikor.id -PALEMBANG,Selasa, 04 November 2025 – Kasus dugaan penganiayaan yang menimpa seorang siswi kelas 1 SDN 150 Palembang, F, memasuki babak baru. Di tengah ramainya perbincangan publik, muncul analisis medis yang mengindikasikan penyebab mata merah dan bengkak yang dialami F bukanlah akibat kekerasan fisik, melainkan infeksi.
dr. Riani Erna, Sp.MK., seorang dokter spesialis mata dari Rumah Sakit Fatimah dan RSMH Palembang, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan klinis, gejala yang dialami F lebih mengarah pada peradangan akibat infeksi atau virus.
“Dari perspektif medis, mata merah dan bengkak pada siswi tersebut lebih disebabkan oleh peradangan akibat infeksi atau virus,” ungkap dr. Riani pada Senin (3/11/2025).
Pernyataan ini diperkuat oleh keterangan orang tua F yang menyebutkan bahwa sebelum kejadian, mata anaknya memang sudah tampak merah, meski belum separah saat ini. dr. Riani menambahkan bahwa luka akibat kekerasan fisik biasanya hanya terjadi pada satu sisi mata, sementara pada kasus F, kedua matanya tampak merah dan bengkak.
“Itu bukan akibat pukulan dan juga bukan karena terlalu lama menggunakan handphone,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa saat infeksi atau virus menyerang tubuh, sistem imun menjadi lemah sehingga memicu peradangan pada organ-organ sensitif seperti mata, hidung, atau mulut. Dalam kasus F, infeksi tersebut menyerang bagian mata, kemungkinan disertai gejala awal seperti demam, lemah, dan lesu.
Menanggapi perbedaan pendapat terkait penyebab penyakit yang diderita F, drg. Mirza, seorang dokter kenamaan di Indonesia, membagikan sebuah percakapan dengan seorang dokter bedah yang menyebutkan bahwa F kemungkinan bukan terkena penyakit pertusis.
Sementara itu, Dodi Almira, SH, seorang aktivis dari DPP-GPP-PAN prov SUMSEL, mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia menekankan pentingnya menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak Rumah Sakit Bari sebelum membuat kesimpulan.
“Kami meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak menyebarkan opini negatif yang dapat memperkeruh suasana. Mari kita percayakan penanganan kasus ini kepada pihak berwenang dan menunggu hasil pemeriksaan resmi dari rumah sakit,” ujar Dodi Almira
Dodi juga menambahkan bahwa DPP-GPP-PAN prov SUMSEL akan terus mengawal kasus ini dan memastikan bahwa F mendapatkan penanganan medis yang terbaik.
Penting untuk diingat bahwa informasi yang beredar di media sosial belum tentu akurat. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum terverifikasi
Editor : Ka.Biro Kota Palembang Dodi Almira
Tidak ada komentar