Keterangan Foto : Gunung Penanggungan
Mojokerto, 15 Januari 2026 – Selama ini Borobudur selalu menjadi primadona ketika berbicara tentang situs bersejarah misterius di Jawa, dikenal luas sebagai salah satu keajaiban dunia dengan keindahan dan kompleksitas yang tak terbantahkan. Namun, tak banyak yang tahu bahwa di wilayah Jawa Timur terdapat sebuah gunung kecil yang sering dianggap biasa-biasa saja, namun menyimpan kekayaan budaya yang luar biasa: Gunung Penanggungan, yang menyembunyikan sekitar 130 candi, gua pertapaan, hingga relief epik yang usianya mencakup abad ke-10 hingga abad ke-16 Masehi.
Jumlah Situs Purba Selalu Bertambah Setiap Pendataan Ulang
Pengenalan pertama terhadap situs-situs purba di Gunung Penanggungan dilakukan oleh arkeolog Belanda pada periode 1935 hingga 1940, yang pada saat itu mencatat sebanyak 81 situs bersejarah. Namun, seiring berjalannya waktu dan dilakukan berbagai pendataan ulang oleh para ahli arkeologi Indonesia maupun internasional, jumlah bangunan purba yang ditemukan terus bertambah dan saat ini mencapai angka sekitar 130 unit. Tak hanya candi saja, kawasan ini juga menyimpan berbagai bentuk peninggalan peradaban seperti punden berundak, jalan kuno yang menghubungkan antar situs, pemandian purba, hingga gua-gua pertapaan yang diyakini pernah menjadi tempat berkarya dan beribadah bagi para biksu serta pemuka agama pada masa lampau.
Mahakarya Relief yang Menakjubkan
Di antara berbagai peninggalan yang ada, terdapat beberapa mahakarya seni relief yang menjadi sorotan utama para peneliti. Di antaranya adalah Relief Arjuna Wiwaha, Dewa Ruchi, serta kisah legendaris Panji yang ditemukan di Candi Kendali Sodo. Yang paling mengagumkan adalah sebagian besar relief ini dipahat langsung pada tebing curam di ketinggian sekitar 1.053 meter di atas permukaan laut, sebuah prestasi yang membuat banyak ahli bertanya-tanya bagaimana cara leluhur kita membangun dan menghias situs-situs tersebut di lokasi yang cukup ekstrem.
Mengapa Tempat yang Ekstrem? Teori Para Ahli
Salah satu misteri terbesar yang belum terpecahkan secara tuntas adalah alasan mengapa para leluhur memilih membangun kompleks budaya dan spiritual mereka di lokasi yang cukup ekstrem – di dataran tinggi bahkan dekat jurang-jurang yang menjulang. Beberapa ahli arkeologi dan sejarawan menyampaikan teori bahwa Gunung Penanggungan bukan sekadar tempat tinggal atau lokasi ibadah biasa, melainkan dianggap sebagai gunung suci yang menjadi pusat aktivitas pertapaan bagi umat beragama pada masa itu. Selain itu, terdapat dugaan bahwa kawasan ini juga berperan sebagai simbol kosmologi Jawa pada masa akhir kejayaan Kerajaan Majapahit, sebuah periode penting di mana dunia Jawa sedang mengalami perubahan besar dengan datangnya ajaran Islam ke Nusantara.
Bukti Bahwa Peninggalan Majapahit Masih Banyak Tersembunyi
Banyak orang yang beranggapan bahwa peninggalan fisik dari Kerajaan Majapahit sudah jarang ditemukan atau hanya terbatas pada beberapa lokasi tertentu. Namun, keberadaan kompleks situs purba di Gunung Penanggungan menjadi bukti nyata bahwa masih banyak khazanah sejarah dan budaya dari masa kejayaan Majapahit yang belum terungkap dan layak untuk mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat luas serta pemerintah dalam upaya pelestariannya. Gunung yang sering dianggap biasa ini ternyata menyimpan rahasia peradaban yang terlalu besar untuk diabaikan. (ri)
Tidak ada komentar